• Original IP address scheme
– Setiap jaringan fisik diberi sebuah network address yang unik
– Setiap host di dalam sebuah jaringan mempunyai network address sebagai prefix dari individual address
• Para perancang TCP/IP tidak menyangka akan pesatnya pertumbuhan (growth) jumlah jaringan (dan hostnya) yang terhubung ke Internet
• Jumlah jaringan yang sangat banyak akan membebani Internet
– Overhead administratif akan sangat banyak hanya untuk me-manage network address
– Tabel ruting di dalam router akan sangat besar (membebani Internet ketika terjadi pertukaran informasi tabel ruting yang sangat besar)
– Alokasi alamat akan habis
• Khususnya alokasi kelas B akan cepat habis untuk jaringan skala menengah
Cara menghemat IP address:
• Menghemat pemberian network prefix
• Network prefix yang sama harus dipakai bersama oleh sejumlah jaringan fisik (subnetting)
• Untuk menghemat penggunaan alamat kelas B, harus digunakan kelas C
Implementasi subnet dengan mask:
• Digunakan subnet mask 32-bit
– Bit diset “1” : mesin dalam jaringan menganggap bit-bit pada IP address yang sesuai sebagai subnet prefix
– Bit diset “0” : mesin mengganggap IP address yang sesuai sebagai host identifier
• Contoh : subnet mask 11111111 11111111 11111111 00000000 menyatakan bahwa 3 oktet pertana dari IP addres adalah subnet prefix (identifikasi jaringan) sedangkan oktet ke empat mengidentifikasi host dalam jaringan tersebut
Default subnet mask:
Class A - 255.0.0.0 - 11111111.00000000.00000000.00000000
Class B - 255.255.0.0 - 11111111.11111111.00000000.00000000
Class C - 255.255.255.0 - 11111111.11111111.11111111.00000000
Menghitung jumlah subnet dan host:
• Jumlah subnet = 2n-2
– n = jumlah bit yang melebihi default subnet mask
• Jumlah total host = Jumlah subnet x jumlah host dalam setiap subnet
• Subnet dengan semua “1” atau “0” dilarang
• Host address yang sudah direserve : “0” semua (network ID) dan “1” semua (broadcast ad
Contoh
• 10001100.10110011.11011100.11001000 (140.179.220.200) IP Address 11111111.11111111.11100000.00000000 (255.255.224.000) Subnet Mask
• Pada contoh di atas digunakan 3 bit tambahan untuk subnet mask
• Maka ada 23-2 = 6 subnet yang masing-masing berisi 213-2=8190 host
– Host addres yang dapat di-assign pada setiap subnet adalah yang berada di antara subnet address dan broadcast address
10001100.10110011.11000000.00000000 (140.179.192.000) Subnet Address
10001100.10110011.11011111.11111111 (140.179.223.255) Broadcast Address
• Masing-masing subnet adalah :
– 10001100.10110011.00100000.00000000 : subnet 1 (140.179.32.0)
– 10001100.10110011. 01000000.00000000: subnet 2 (140.179.64.0)
– 10001100.10110011. 01100000.00000000: subnet 3 (140.179.96.0)
– 10001100.10110011. 10000000.00000000: subnet 4 (140.179.128.0)
– 10001100.10110011. 10100000.00000000: subnet 5 (140.179.160.0)
– 10001100.10110011. 11000000.00000000: subnet 6 (140.179.192.0)
– 10001100.10110011.00000000.00000000 : dilarang (subnet id 0 semua)
– 10001100.10110011. 11100000.00000000: dilarang (net id 1 semua)
• Jumlah total host yang mungkin adalah 6x8190 = 49140
Subnet routing algorithm:
• Tabel ruting konvensional hanya mengandung informasi (network address, next hop address)
– Network address mengacu pada IP address dari jaringan yang dituju (misalnya N) sedangkan next hop address adalah alamat router berikutnya yang digunakan untuk mengirimkan datagram ke N
• Tabel ruting dengan subnet mask :
(subnet mask, network address,next hop address)
– Router menggunakan subnet mask untuk meng-ekstrak subnet id dari IP address tujuan. Hasilnya dibandingkan dengan entry network address. Jika sesuai, maka datagram dikirimkan melalui router yang ada di next hop address
CIDR:
• Subnetting ditemukan pada tahun 80-an
• Tahun 1993 semakin disadari bahwa untuk menghemat IP address tidak boleh hanya mengandalkan teknik subnetting
• Lahirlah Classless addressing (supernet addressing/supernetting)
repost from:
1. http://telecom.ee.itb.ac.id/~tutun/ET5044/0405/5.ppt
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.
Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi didalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:
* Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
* Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
* Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
* Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
* Bagaimana format pesan yang digunakan.
* Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
* Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
* Mengakhiri suatu koneksi.
Untuk memudahkan memahami Protokol, kita mesti mengerti Model OSI. Dalam Model OSI terdapat 7 layer dimana masing-masing layer mempunyai jenis protokol sesuai dengan peruntukannya.
Prinsip-prinsip Desain Protokol
Dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network.
Standarisasi Protokol
Agar protokol dapat dipakai untuk komunikasi diberbagai pembuat perangkat maka dibutuhkan standarisasi protokol. Banyak lembaga dunia yang bekerja untuk standarisasi protokol. Yang saat ini banyak mengeluarkan standarisasi protokol yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI.Agar jaringan intrenet ini berlaku semestinya harus ada aturan standard yang mengaturnya karena itu diperlukan suatu protokol internet.
Sejarah TCP/IP
Internet Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk mengembangkan protokol yang dapat melakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer yang terpisah, yang masing-masing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet Protocol (IP). Riset yang sama dikembangkan pula yaitu beberapa protokol level tinggi yang didesain dapat bekerja dengan IP. Yang paling penting dari proyek tersebut adalah Transmission Control Protocol (TCP), dan semua grup protocol diganti dengan TCP/IP suite. Pertamakali TCP/IP diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang setelah Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP dengan sistem operasi UNIX. Selain Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) ini yang mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan TCP/IP adalah Department of defense (DOD).
Istilah-istilah didalam Internet Protocol
Ada beberapa istilah yang sering ditemukan didalam pembicaraan mengenai TCP/IP, yaitu diantaranya :
Host atau end-system, Seorang pelanggan pada layanan jaringan komunikasi. Host biasanya berupa individual workstation atau personal computers (PC) dimana tugas dari Host ini biasanya adalah menjalankan applikasi dan program software server yang berfungsi sebagai user dan pelaksana pelayanan jaringan komunikasi.
Internet, yaitu merupakan suatu kumpulan dari jaringan (network of networks) yang menyeluruh dan menggunakan protokol TCP/IP untuk berhubungan seperti virtual networks.
Node, adalah istilah yang diterapkan untuk router dan host.protocol, yaitu merupakan sebuah prosedur standar atau aturan untuk pendefinisian dan pengaturan transmisi data antara komputer-komputer.
Router, adalah suatu devais yang digunakan sebagai penghubung antara dua network atau lebih. Router berbeda dengan host karena router bisanya bukan berupa tujuan atau data traffic. Routing dari datagram IP biasanya telah dilakukan dengan software. Jadi fungsi routing dapat dilakukan oleh host yang mempunyai dua networks connection atau lebih.
Overview TCP/IP
Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, TCP/IP juga dikembangkan oleh Department of Defense (DOD). DOD telah melakukan proyek penelitian untuk menghubungkan beberapa jaringan yang didesain oleh berbagai vendor untuk menjadi sebuah networks of networks (Internet). Pada awalnya hal ini berhasil karena hanya menyediakan pelayanan dasar seperti file transfer, electronic mail, remote logon. Beberapa komputer dalam sebuah departemen dapat menggunakan TCP/IP (bersamaan dengan protokol lain) dalam suatu LAN tunggal. Komponen IP menyediakan routing dari departmen ke network enterprise, kemudian ke jaringan regional dan akhirnya ke global internet. Hal ini dapat menjadikan jaringan komunikasi dapat rusak, sehingga untuk mengatasinya maka kemudian DOD mendesain TCP/IP yang dapat memperbaiki dengan otomatis apabila ada node atau saluran telepon yang gagal. Hasil rancangan ini memungkinkan untuk membangun jaringan yang sangat besar dengan pengaturan pusat yang sedikit. Karena adanya perbaikan otomatis maka masalah dalam jaringan tidak diperiksa dan tak diperbaiki untuk waktu yang lama.
Seperti halnya protokol komunikasi yang lain, maka TCP/IP pun mempunyai beberapa layer, layer-layer itu adalah :
IP (internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi IPv4) alamat tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data dari departemen ke organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
TCP (transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan. TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
Sockets yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang menyediakan akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.
Bebrapa hal penting didalam TCP/IP
1. Jaringan Peminta Terendah (Network of Lowest Bidders)
IP dikembangkan untuk membuat sebuah network of networks (Internet). Individual machine dihubungkan ke LAN (ethernet atau Token ring). TCP/IP membagi LAN dengan user yang lain (Novell file server, windows dll). Satu devais menyediakan TCP/IP menghubungkan antara LAN dengan dunia luar.
Untuk meyakinkan bahwa semua tipe sistem dari berbagai vendor dapat berkomunikasi, maka penggunaan TCP/IP distandarkan pada LAN. Dengan bertambahnya kecepatan mikroprossesor, fiber optics, dan saluran telepon digital maka telah menciptakan beberapa pilihan teknologi baru diantaranya yaitu ISDN, frame relay, FDDI, Asynchronous Transfer Mode (ATM).
Rancangan asli dari TCP/IP adalah sebagai sebuah network of networks yang cocok dengan penggunaan teknologi sekarang ini. Data TCP/IP dapat dikirimkan melalui sebuah LAN, atau dapat dibawa dengan sebuah jaringan internal corporate SNA, atau data dapat terhubung pada TV kabel . Lebih jauh lagi, mesin-mesin yang berhubungan pada salah satu jaringan tersebut dapat berkomunikasi dengan jaringan yang lain melalui gateways yang disediakan vendor jaringan .
2. Masalah Pengalamatan
Dalam sebuah jaringan SNA , setiap mesin mempunyai Logical Units dengan alamat jaringan masing-masing. DECNET, Appletalk, dan Novell IPX mempunyai rancangan untuk membuat nomor untuk setiap jaringan lokal dan untuk setiap workstation yang terhubung ke jaringan.
Pada bagian utama pengalamatan lokal network, TCP/IP membuat nomor unik untuk setiap workstation di seluruh dunia. Nomor IP adalah nilai 4 byte (IPv4) dengan konvensi merubah setiap byte ke dalam nomor desimal (0 sampai 255 untuk IP yang digunakan sekarang) dan memisahkan setiap bytes dengan periode. Sebagai contoh misalnya 130.132.59.234.
Sebuah organisasi dimulai dengan mengirimkan electronic mail ke Hostmaster@INTERNIC.NET meminta untuk pembuatan nomor jaringan. Hal ini dimungkinkan bagi hampir setiap orang untuk memperoleh nomor untuk jaringan "small class C" dengan 3 bytes pertama meyatakan jaringan dan byte terakhir menyatakan individual komputer. Organisasi yang lebih besar dapat memperoleh jaringan "Class B" dengan 2 bytes pertama menyatakan jaringan dan 2 bytes terakhir menyatakan menyatakan masing-masing workstation sampai mencapai 64.000 individual workstation. Contoh Jaringan Class B Yale adalah 130.132, jadi semua komputer dengan IP address 130.132.*.* adalah dihubungkan melalui Yale.
Kemudian organisasi berhubungan dengan intenet melalui satu dari beberapa jaringan regional atau jaringan khusus. vendor jaringan diberi nomor pelanggan networks dan ditambahkan ke dalam konfigurasi routing dalam masing-masing mesin.
Tidak ada rumus matematika yang mengubah nomor 192.35.91 atau 130.132 menjadi "Yale University" atau "New Haven". Mesin-mesin yang mengatur jaringan regional yang besar atau routers Internet pusat dapat menentukan lokasi jaringan-jaringan tersebut dengan mencari setiap nomor jaringan tersebut dalam tabel. Diperkirakan ada ribuan jaringan class B dan jutaan jaringan class C. Pelanggan yang terhubung dengan Internet, bahkan perusahaan besar seperti IBM tidak perlu untuk memelihara informasi pada jaringan-jatingan yang lain. Mereka mengirim semua eksternal data ke regional carrier yang mereka langgan, dan regional carrier mengamati dan memelihara tabel dan melakukan routing yang tepat.
3. Subnets
Meskipun pelanggan individual tidak membutuhkan nomor tabel jaringan atau menyediakan eksplisit routing, tapi untuk kebanyakan jaringan class B dapat diatur secara internal sehingga lebih kecil dan versi organisasi jaringan yang lebih sederhana. Biasanya membagi dua byte internal assignment menjadi satu byte nomor departmen dan satu byte Workstation ID.
Enterprise network dibangun dengan menggunakan TCP/IP router box secara komersial. setiap router mempunyai tabel dengan 255 masukan untuk mengubah satu byte nomor departmen menjadi pilihan tujuan ethernet yang terhubung ke salah satu router. Misalnya, pesan ke 130.132.59.234 melalui jaringan regional National dan New England berdasarkan bagian nomor 130.132. Tiba di Yale, 59 department ID memilih ethernet connector . 234 memilih workstation tertentu pada LAN. Jaringan Yale harus diupdate sebagai ethernet baru dan departemen ditambahkan, tapi tidak dipengaruhi oleh perubahan dari luar atau perpindahan mesin dalam departemen.
4. Jalur-jalur tak tentu
Setiap kali sebuah pesan tiba pada sebuah IP router, maka router akan membuat keputusan ke mana berikutnya pesan tersebut akan dikirimkan. Ada konsep satu waktu tertentu dengan preselected path untuk semua traffic. Misalkan sebuah perusahaan dengan fasilitas di New York, Los Angles, Chicago dan Atlanta. Dapat dibuat jaringan dari empat jalur telepon membentuk sebuah loop (NY ke Chicago ke LA ke Atlanta ke NY). Sebuah pesan tiba di router NY dapat pergi ke LA melalui Chicago atau melalui Atlanta. jawaban dapat kembali ke jalan lain.
Bagaimana sebuah router dapat membuat keputusan antara router dengan router? tidak ada jawaban yang benar. Traffic dapat dipetakan dengan algoritma "clockwise" (pergi ke NY ke Atlanta, LA ke chicago). Router dapat menentukan, mengirimkan pesan ke Atlanta kemudian selanjutnya ke ke Chicago. Routing yang lebih baik adalah dengan mengukur pola traffic dan mengirimkan data melalui link yang paling tidak sibuk.
Jika satu saluran telepon dalam satu jaringan rusak, pesan dapat tetap mencapai tujuannya melalui jalur yang lain. Setelah kehilangan jalur dari NY ke Chicago, data dapat dikirim dari NY ke Atlanta ke LA ke Chicago. Dengan begitu maka jalur akan berlanjut meskipun dengan kerugian performance menurun.
Perbaikan seperti ini merupakan bagian tambahan pada desain IP.
5. Masalah yang Tidak Diperiksa (Undiagnosed Problem)
Jika ada error terjadi, maka dilaporkan ke network authorities. Error tersebut harus dibenarkan atau diperbaiki. IP, didesain untuk dapat tahan dan kuat. Kehilangan node atau jalur adalah hal biasa, tetapi jaringan harus tetap jalan. Jadi IP secara otomatis menkonfigurasi ulang dirinya sendiri bila terjadi sesuatu yang salah. Jika banyak redundancy yang dibangun ke dalam sistem maka komuniksi tetap berlangsung dan terjaga. TCP dirancang untuk memulihkan node atau saluran yang gagal dimana propagasi routing table berubah untuk semua node router. Karena proses updating memerlukan waktu yang lama , TCP agak lambat untuk menginisiasi pemulihan.
6. Mengenai Nomor IP
Setiap perusahaan besar atau perguruan tinggi yang terhubung ke internet harus mempunyai level intermediet network. beberapa router mungkin dikonfigurasi untuk berhubungan dengan bebarapa department LAN. Semua traffic di luar organisasi dihubungkan dengan koneksi tunggal ke jaringan provider regional.
Jadi, pemakai akhir dapat menginstall TCP/IP pada PC tanpa harus tahu jaringan regional . Tiga bagian informasi dibutuhkan :
IP address dibuat pada PC
Bagian dari IP address (subnet mask) yang membedakan mesin lain dalam LAN yang sama (pesan dapat dikirim secara langsung ) dengan mesin-mesin di departemen lain atao dimanapun di seluruh dunia ( yang dikirimkan ke router mesin)
IP address dari router mesin yang menghubungkan LAN tersebut dengan dunia luar.
7. Susunan TCP/IP protocol
Internet pada mulanya didesain dengan dua kriteria utama. Dua kriteria ini mempengaruhi dan membentuk hardware dan software yang digunakan sekarang. Kriteria tersebut : Jaringan harus melakukan komunikasi antara para peneliti di belahan dunia yang berbeda, memungkinkan meraka dapat berbagi dan berkomunikasi mengenai penelitian mereka satu sama lain. Sayangnya, riset memerlukan berbagai komputer dari beragam platform dan arsitektur jaringan yang berbeda untuk keperluan keilmuan. Maka untuk itu diperlukan protocol suite untuk dapat berhubungan dengan berbagai platforms hardware yang berbeda dan bahkan sistem jaringan yang berbeda. Lebih jauh lagi, network harus merupakan jaringan komunikasi yang kuat yang mempunyai kemampuan dapat bertahan dari serangan nuklir. Rancangan ini memebawa ke arah desentralisasi jaringan yang terdiri dari jaringan yang terpisah, lebih kecil, jaringan yang diisolasi yang mempunyai kemampuan otomatis bila diperlukan.
Layer menyediakan level abstrsaksi untuk software dan menaikkan kemampuan menggunakan kembali dan kebebasan platform. Layer-layer tersebut dimaksudkan untuk benar-benar terpisah dari satu sama lain dan juga independen. Layer tersebut tidak mengandalkan informasi detail dari layer yang lain. Arsitektur rancangan ini membuat lebih mudah untuk melakukan pemeliharaan karena layer dapat didesain ulang atau dikembangkan tanpa merusak integritas protokol stack.
TCP/IP protocol suite terdiri dari 4 layers: Applikasi, Transport, Internetwork, dan network interface. Layer tersebut dapat dilihat sebagai hirarki seperti di bawah ini :
Layer Applikasi adalah sebuah aplikasi yang mengirimkan data ke transport layer. Misalnya FTP, email programs dan web browsers.
Layer Transport bertanggung jawab untuk komunikasi antara aplikasi. Layer ini mengatur aluran informasi dan mungkin menyediakan pemeriksaan error. Data dibagi kedalam beberapa paket yang dikirim ke internet layer dengan sebuah header. Header mengandung alamat tujuan, alamat sumber dan checksum. Checksum diperiksa oleh mesin penerima untuk melihat apakah paket tersebut ada yang hilang pada rute.
Layer Internetwork bertanggung jawab untuk komunikasi antara mesin. Layer ini meg-engcapsul paket dari transport layer ke dalam IP datagrams dan menggunakan algoritma routing untuk menentukan kemana datagaram harus dikirim. Masuknya datagram diproses dan diperiksa kesahannya sebelum melewatinya pada Transport layer.
Layer networks interface adalah level yang paling bawah dari susunan TCP/IP. Layer ini adalah device driver yang memungkinkan datagaram IP dikirim ke atau dari pisikal network. Jaringan dapaat berupa sebuah kabel, Ethernet, frame relay, Token ring, ISDN, ATM jaringan, radio, satelit atau alat lain yang dapat mentransfer data dari sistem ke sistem. Layer network interface adalah abstraksi yang memudahkan komunikasi antara multitude arsitektur network.
repost fromi:
1 http://onno.vlsm.org/v11/ref-ind-1/network/mengenal-protokol-internet-tcpip-1998.rtf
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_%28komputer%29
Apa jaringan komputer itu dan apa manfaatnya?
Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Pembatasan istilah otonom disini adalah untuk membedakan dengan sistem master/slave. Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya aktif atau tidak aktif dan mengontrolnya, maka komputer komputer tersebut tidak otonom. Sebuah sistem dengan unit pengendali (control unit) dan sejumlah komputer lain yang merupakan slave bukanlah suatu jaringan; komputer besar dengan remote printer dan terminalpun bukanlah suatu jaringan.
Manfaat Jaringan
Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang teknologi.
Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien. Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.
Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.
Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.
Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok.
Dalam jaringan terdapat tiga buah peran yang dijalankan, diantaranya :
1. Client : Peran hanya sebatas pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya (sharing), informasi, dan lain-lain
2. Peer : client yang menyediakan sumber daya untuk dibagi kepada client lain sekaligus memakai sumber daya yang tersedia pada client yang lain (peer to peer)
3. Server : menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh client tetapi tidak memakai sumber daya yang disediakan oleh client
Jenis – Jenis Jaringan berdasarkan fungsi
1. Jaringan Berbasis Server (client-server)
Merupakan server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat.
Pada Windows NT, Windows 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain-domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controlle. Terdapat satu pengendali domain utama atau Primary Domain Controller (PDC) dan beberapa domain controller pendukung atau backup Domain Controller (BDC) yang membantu PDC pada waktu-waktu sibuk atau pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu. Primasry Domain Controller juga diterapkan di dalam jaringan yang menggunakan server Linux. Software yang cukup andal menangani masalah ini adalah samba yang sekaligus dapat digunakansebagai penyedia layanan file dan print yang membuat computer Windows dapat mengakses file-file di mesin Linux dan begitu pula sebaliknya.
Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :
* Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan backup data di saat kritis. Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karena data tidak tersebar di beberapa computer.
* Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di satu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah dioptimalkan membuat jaringan berjalan lebih cepat daripada jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan.
* Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukkan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.
2. Jaringan Peer-to-peer
Setiap computer di dalam jaringan peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan computer lain yang telah memberi izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah computer sedikit, dibawah sepuluh workstation.
Keuntungan menggunakan jaringan peer adalah :
* Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software server.
* Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah.
Kerugian menggunakan jaringan peer adalah :
* Sharing sumberdaya pada suatu komputer didalam jaringan akan sangat membebani computer tersebut.
* Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah.
3. Jaringan Hybrid
Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan di waktu bersamaan juga dapat memanfaatkan seumber daya yang disediakan oleh server.
Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.
repost from:
1.http://onno.vlsm.org/v11/ref-ind-1/network/jaringan-workgroup-lan-wan-1998.rtf
2. http://otakkacau.co.cc/2008/10/15/tipe-jaringan/
Spanning tree,port trunking, Vlan, terminal services, LTSP, encomputing
Posted: by yukivaleri in Label: Jaringan Komputer1. Spanning Tree Protocol
Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, Merupakan bagian dari standard IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protocol untuk pengaturan koneksi dengan menggunakan algoritma spanning tree.
Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
Loop terjadi bila ada route/jalur alternative diantara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) diantara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur utama terputus.
Bila "cost" STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree merubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.
Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.
2. TRUNKING
Trunking pada Port Switch
Sebuah VLAN Native ditandai dengan sebuah port trunk 802.1Q. Sebuah port trunk 802.1Q mendukung traffic dari banyak VLAN sama seperti traffic yang tidak berasal dari sebuah VLAN. Trunk adalah link point-to point diantara satu atau lebih interface ethernet device jaringan seperti router atau switch. Trunk Ethernet membawa lalu lintas dari banyak VLAN melalui link tunggal. Sebuah VLAN trunk mengijinkan kita untuk memperluas VLAN melalui seluruh jaringan. Jadi link Trunk digunakan untuk menghubungkan antar device intermediate. Dengan menggunakan port trunk, dapat digunakan sebuah link fisik untuk menghubungkan banyak VLAN.
Sebuah Port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic Trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran Cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu: Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.
Berikut ini diberikan contoh perintah untuk konfigurasi trunking pada port Fa0/1 sebuah switch.
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#end
• VLANs are local to each switch's database, and VLAN information is not passed between switches.
• Trunk links provide VLAN identification for frames traveling between switches.
• Cisco switches have two Ethernet trunking mechanisms: ISL and IEEE 802.1Q.
• Certain types of switches can negotiate trunk links.
• Trunks carry traffic from all VLANs to and from the switch by default but can be configured to carry only specified VLAN traffic.
• Trunk links must be configured to allow trunking on each end of the link.
Enabling Trunking
Trunk links are required to pass VLAN information between switches. A port on a Cisco switch is either an access port or a trunk port. Access ports belong to a single VLAN and do not provide any identifying marks on the frames that are passed between switches. Access ports also carry traffic that comes from only the VLAN assigned to the port. A trunk port is by default a member of all the VLANs that exist on the switch and carry traffic for all those VLANs between the switches. To distinguish between the traffic flows, a trunk port must mark the frames with special tags as they pass between the switches. Trunking is a function that must be enabled on both sides of a link. If two switches are connected together, for example, both switch ports must be configured for trunking, and they must both be configured with the same tagging mechanism (ISL or 802.1Q).
To enable trunking between the switches, use the following steps:
1. Enable trunking on a port.
a. Enable the trunk:
COS set trunk mod/port [auto | desirable | on | nonegotiate | off]
IOS (global) interface type mod/port
(interface) switchport mode dynamic [auto | desirable]
(interface) switchport mode trunk
(interface) switchport nonegotiate
The most basic way to configure a trunk link is using the option on. This option enables the trunk and requires that you also specify a tagging mechanism for the trunk. For IOS devices, the command switchport mode trunk is equivalent to the set trunk mod/port on command. When specifying the option on, you must also choose a tagging mechanism (see Step 1b).
NOTE
Some IOS switches do not support Dynamic Trunking Protocol. For these switches, the only command that you can use to configure trunking is switchport mode trunk, which essentially turns trunking on.
Many Cisco switches employ an automatic trunking mechanism known as the Dynamic Trunking Protocol (DTP), which allows a trunk to be dynamically established between two switches. All COS switches and integrated IOS switches can use the DTP protocol to form a trunk link. The COS options auto, desirable, and on and the IOS options of dynamic auto, dynamic desirable, and trunk configure a trunk link using DTP. If one side of the link is configured to trunk and will send DTP signals, the other side of the link will dynamically begin to trunk if the options match correctly.
If you want to enable trunking and not send any DTP signaling, use the option nonegotiate for switches that support that function. If you want to disable trunking completely, use the off option for a COS switch or the no switchport mode trunk command on an IOS switch.
Table 6-2 shows the DTP signaling and the characteristics of each mode.
TIP
It is important to remember that not all switches support DTP and might not establish a trunk without intervention. Also remember that DTP offers no benefit when you are trunking with a non-Cisco switch. To eliminate any overhead associated with DTP, it is useful to use the nonegotiate option when DTP is not supported.
NOTE
When enabling trunking, it is not possible to specify a range of ports.
Table 6-2 Trunking Mode Characteristics
Trunking Mode Characteristics
COS = on
IOS = mode trunk Trunking is on for these links. They will also send DTP signals that attempt to initiate a trunk with the other side. This will form a trunk with other ports in the states on, auto, or desirable that are running DTP. A port that is in on mode always tags frames sent out the port.
COS = desirable
IOS = mode dynamic desirable These links would like to become trunk links and will send DTP signals that attempt to initiate a trunk. They will only become trunk links if the other side responds to the DTP signal. This will form a trunk with other ports in the states on, auto, or desirable that are running DTP. This is the default mode for the 6000 running Supervisor IOS.
COS = auto
IOS = mode dynamic auto These links will only become trunk links if they receive a DTP signal from a link that is already trunking or desires to trunk. This will only form a trunk with other ports in the states on or desirable. This is the default mode for COS switches.
COS = nonegotiate
IOS = mode nonegotiate Sets trunking on and disables DTP. These will only become trunks with ports in on or nonegotiate mode.
COS = off
IOS = no switchport mode trunk This option sets trunking and DTP capabilities off. This is the recommended setting for any access port because it will prevent any dynamic establishments of trunk links.
NOTE
Cisco 2950 and 3500XL switches do not support DTP and are always in a mode similar to nonegotiate. If you turn trunking on for one of these devices, it will not negotiate with the other end of the link and requires that the other link be configured to on or nonegotiate.
b. Specify the encapsulation method:
COS set trunk mod/port [negotiate | isl | dot1Q]
IOS (global) interface type mod/port
(interface) switchport trunk encapsulation [negotiate | isl | dot1Q]
The other option when choosing a trunk link is the encapsulation method. For Layer 2 IOS switches, such as the 2900XL or the 3500XL, the default encapsulation method is isl. You can change from the default with the switchport trunk encapsulation command. For COS switches or integrated IOS switches, the default encapsulation is negotiate. This method signals between the trunked ports to choose an encapsulation method. (ISL is preferred over 802.1Q.) The negotiate option is valid for auto or desirable trunking modes only. If you choose on as the mode or if you want to force a particular method or if the other side of the trunk cannot negotiate the trunking type, you must choose the option isl or dot1Q to specify the encapsulation method.
NOTE
Not all switches allow you to negotiate a trunk encapsulation setting. The 2900XL and 3500XL trunks default to isl and you must use the switchport trunk encapsulation command to change the encapsulation type. The 2950 and some 4000 switches support only 802.1Q trunking and provide no options for changing the trunk type.
c. (Optional) Specify the native VLAN:
COS set vlan number mod/port
IOS (global) interface type mod/port
(interface) switchport trunk native vlan number
For switches running 802.1Q as the trunking mechanism, the native VLAN of each port on the trunk must match. By default all COS ports are in VLAN 1; and the native VLAN on the IOS devices is also configured for VLAN 1, so the native VLAN does match. If you choose to change the native VLAN, use the set vlan command for COS switches or the switchport trunk native vlan command for IOS switches to specify the native VLAN. Remember that the native VLAN must match on both sides of the trunk link for 802.1Q; otherwise the link will not work. If there is a native VLAN mismatch, Spanning Tree Protocol (STP) places the port in a port VLAN ID (PVID) inconsistent state and will not forward on the link.
NOTE
Cisco Discovery Protocol (CDP) version 2 passes native VLAN information between Cisco switches. If you have a native VLAN mismatch, you will see CDP error messages on the console output.
Specifying VLANs to Trunk
By default a trunk link carries all the VLANs that exist on the switch. This is because all VLANs are active on a trunk link; and as long as the VLAN is in the switch's local database, traffic for that VLAN is carried across the trunks. You can elect to selectively remove and add VLANs from a trunk link. To specify which VLANs are to be added or removed from a trunk link, use the following commands.
1. (Optional) Manually remove VLANs from a trunk link:
COS clear trunk mod/port vlanlist
IOS (global) interface type mod/port
(interface) switchport trunk allowed vlan remove vlanlist
By specifying VLANs in the vlanlist field of this command, the VLANs will not be allowed to travel across the trunk link until they are added back to the trunk using the command set trunk mod/port vlanlist or switchport trunk allowed vlan add vlanlist.
3. Port mirroring
Port Mirroring is used on a network switch to send a copy of network packets seen on one switch port (or an entire VLAN) to a network monitoring connection on another switch port. This is commonly used for network appliances that require monitoring of network traffic, such as an intrusion-detection system. Port mirroring on a Cisco Systems switch is generally referred to as Switched Port Analyzer (SPAN); some other vendors have other names for it, such as Roving Analysis Port (RAP) on 3Com switches.
An example of a SPAN configuration on a Cisco 2950 Switch is below.
• Monitor session 1 source interface fastethernet 0/1 , 0/2 , 0/3
• Monitor session 1 destination interface fastethernet 0/4 encap ingress vlan 1
The above example mirrors data from ports 0/1, 0/2 and 0/3 to the destination port 0/4 using vlan1 for vlan tagging.
Terminal Services merupakan sebuah layanan yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi atau data yang disimpan dalam komputer jarak jauh melalui sebuah koneksi jaringan. Dengan meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition, Microsoft mulai masuk ke dalam pasar enterprise, yang masih mengandalkan mainframe tua, sehingga mereka dapat melakukan upgrade ke sistem operasi baru.
Layanan Terminal Services dalam Windows NT Terminal Server Edition berjalan di atas protokol yang disebut dengan RDP (Remote Desktop Protocol). Protokol ini dikembangkan pada versi-versi Windows NT selanjutnya. Pada Windows XP Professional, Microsoft juga menyediakan layanan Terminal Service, meskipun hanya dapat digunakan oleh seorang user, dengan menggunakan fitur Remote Desktop.
Sejarah
Sebelum Windows Terminal Services
Pada tahun 1993, Microsoft meluncurkan sistem operasi terbarunya yang ditujukan untuk pasar enterprise, yang disebut sebagai Windows NT 3.1. Meskipun demikian, versi Windows NT ini memiliki banyak sekali kekurangan, dilihat dari segi fitur, jika dibandingkan dengan saingannya, sistem operasi UNIX dan juga Novell NetWare yang telah lama terjun di pasar sistem operasi jaringan dan enterprise. Salah satu kekurangannya adalah bahwa Windows NT 3.1 (dan NT 3.5 serta 3.51) tidak memiliki fitur "multiple-user", seperti halnya UNIX. Karenanya, pada tahun 1994, Microsoft memberikan akses kepada Citrix Systems terhadap kode sumber Windows NT untuk mengembangkan aplikasi tambahan untuk menjadikan Windows NT seperti halnya UNIX: memiliki fitur multiple-user. Aplikasi tambahan ini disebut dengan Citrix WinFrame dan sangat sukses pada zamannya.
Ed Iacobucci, pendiri Citrix Systems, adalah orang yang telah mengembangkan konsep WinFrame. Pada tahun 1978 hingga 1989, ia bekerja di bawah nama IBM untuk mengembangkan sistem operasi IBM OS/2. Ia memiliki visi mengenai komputer-komputer berbeda dapat mengakses server berbasis OS/2 melalui sebuah jaringan, dengan sebuah teknik yang kemudian mengarahkannya kepada sistem dengan banyak pengguna (multiple-user system). Akan tetapi, IBM, pada saat itu, tidak mengiyakannya, sehingga Ed Iacobucci pun keluar dari IBM dan pada tahun 1989, beliau mendirikan Citrix Systems. Produk-produk Citrix pertama adalah program-program berbasis IBM OS/2, dan dianggap kurang sukses; dan semua itu mulai berubah saat Windows NT muncul ke pasaran.
Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition
Kesuksesan WinFrame yang sangat besar dan penggunaan konsep thin-client/server dalam implementasi banyak perusahaan enterprise, membuat Microsoft membeli lisensi aplikasi yang dibuat oleh Citrix, yang pada waktu itu disebut sebagai MultiWin for Windows NT, pada tanggal 12 Mei 1997. Akhirnya, pada tanggal 16 Juni 1998, Microsoft merilis sistem operasi server terbaru yang memiliki fitur multi-user, yang selama pengembangan memiliki julukan "Hydra", Microsoft Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition.
Windows 2000
Salah satu masalah dengan Windows NT 4.0 adalah bahwa Terminal Server Edition dibangun di atas kernel Windows NT 4.0 yang telah dimodifikasi yang membutuhkan service pack dan hotfix-nya sendiri. Dan, masalah ini telah terselesaikan selama proses pendesainan Windows 2000 (Codename: NT 5), ketika semua modifikasi yang dibutuhkan pada level kernel untuk mengizinkan operasi multi-user pada Windows 2000 telah diintegrasikan ke dalam kernel dari awal. Selain itu, layanan Windows yang bersangkutan dan juga device driver juga telah mendukung sistem ini, mengingat semua Windows 2000 dibuat berbasiskan kode yang sama.
Tidak seperti pendahulunya, Windows 2000 tidak mengharuskan para penggunanya untuk membeli sistem operasi terpisah hanya untuk memperoleh fitur multi-user, karena Windows 2000 Server telah memilikinya, meski dimatikan pada saat instalasi. Pengguna hanya diharuskan untuk mengaktifkan komponen tersebut secara manual.
Dibandingkan dengan Windows NT 4.0 Server Terminal Server Edition, layanan Terminal Services dalam Windows 2000 mencakup fitur penggunaan printer dan juga clipboard milik klien, yang disebut dengn printer redirection dan clipboard redirection. Selain itu, TS dalam Windows 2000 juga dapat memantau sesi koneksi klien: satu pengguna dapat melihat sesi pengguna lainnya dan dengan beberapa konfigurasi permisi, pengguna tersebut dapat berinteraksi dengannya.
Untuk meningkatkan integrasi klien dengan server berbasis Windows 2000, protokol yang digunakannya, Remote Desktop Protocol (RDP) telah dioptimalkan, dan memperkenalkan fitur-fitur baru, seperti bitmap-caching, dan akses terhadap perangkat yang terhubung dalam komputer klien. Selain itu, Windows 2000 juga menawarkan tambahan Application Programming Interface (API) bagi para programmer.
Windows XP
Sebelum dirilis Windows Server 2003, Microsoft merilis terlebih dahulu sistem operasi kliennya, yang dinamakan dengan Windows XP, pada tanggal 22 Oktober 2001. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sistem operasi klien dan server Microsoft, yang dibangun di atas basis kode Windows NT, dirilis secara terpisah. Dalam Windows XP Professional juga terdapat beberapa teknologi dari Terminal services yang dapat dilakukan untuk melakukan beberapa pekerjaan seperti Remote Desktop, Remote Assistance, Fast user-switching, dan juga Terminal Services Client (MSTSC.EXE).
Windows Server 2003
Windows Server 2003, yang merupakan sistem operasi server yang memang ditujukan untuk "melayani" Windows XP dan Windows 2000, juga telah mengintegrasikan Terminal Services di dalamnya, dan kinerjanya bahkan lebih baik dari apa yang didapat sewaktu menggunakan Windows 2000.
Selama instalasi Windows Server 2003, Terminal Services secara otomatis diatur menjadi modus Remote Desktop (sama seperti halnya Windows XP). Agar dapat menggunakan Terminal Services, Administrator Windows harus mengaktifkannya via Group Policy (dalam Windows 2000, modus ini dinamakan dengan Remote Administration, meskipun fungsi dasarnya adalah sama). Jika Terminal Services digunakan dalam modus server aplikasi, maka TS harus dikonfigurasikan secara benar.
Dibandingkan dengan fitur-fitur Terminal Services dalam Windows 2000, Windows Server 2003 menawarkan beberapa keunggulan dan perubahan, yakni sebagai berikut:
• Administrative Tools: dalam Windows Server 2003, administrative tools untuk melakukan administrasi Terminal Services telah diperbaiki sehingga relatif lebih mudah dalam menggunakannya.
• Pencetakan: dalam Windows Server 2003 printer-printer lokal dapat diintegrasikan secara otomatis melalui terminal server.
• Pengalihan (redireksi) drive-drive dan sistem berkas: klien dapat melihat dan menggunakan drive lokal selama sesi Terminal Services dilakukan.
• Pengalihan (redireksi) audio: klien juga dapat mendengarkan suara yang terjadi di dalam terminal server seolah-olah suara tersebut dimainkan pada mesinnya.
• Pengalihan (redireksi) clipboard: klien juga dapat melakukan operasi copy-cut-paste antara aplikasi.
• Group policy: Hampir semua fitur Terminal Services dapat diatur dengan menggunakan bantuan group policy.
• WMI Provider: Sebagian besar konfigurasi Terminal Services dapat dieksekusi oleh skrip-skrip WMI.
• Pengaturan akses yang lebih baik.
Agar mampu melakukan hal-hal diatas, maka protokol RDP yang digunakan oleh terminal services pun diperbarui dan ditingkatkan selama pengembangan Windows XP dan Windows Server 2003.
Penggunaan
Untuk dapat mengakses sebuah server yang menjalankan Terminal Services, dibutuhkan Terminal Services Client (MSTSC.EXE), yang tersedia dalam sistem operasi Windows 32-bit (bisa diperoleh secara gratis) serta Apple Mac OS X. Beberapa pengembang pihak ketiga juga membuat program yang dapat mengoneksikan dirinya dengan Terminal Services, seperti halnya rdesktop client (sebuah perangkat lunak open source yang digunakan dalam sebagian besar sistem UNIX. Windows Terminal Services menggunakan protokol RDP, yang secara default berjalan di atas port TCP 3398, dan pengguna pun dapat mengubahnya dengan menyunting registry Windows, yakni pada HKLM\SYSTEM\ControlSet001HKLM\SYSTEM\ControlSet001\Control\Terminal Server\Wds, dengan entri REG_DWORD dengan nama PortNumber. Isikan dengan nilai nomor port TCP yang hendak digunakan.
Linux Terminal Server Project (LTSP)
Linux Terminal Server Project (LTSP) adalah bebas dan open source add-on paket untuk Linux yang memungkinkan banyak orang untuk secara bersamaan menggunakan komputer yang sama. Aplikasi dijalankan pada server dengan terminal yang dikenal sebagai klien tipis (juga dikenal sebagai X terminal) menangani input dan output. Secara umum, terminal bertenaga rendah, tidak memiliki hard disk dan tenang daripada komputer desktop karena mereka tidak memiliki bagian yang bergerak.
Teknologi ini menjadi populer di sekolah karena memungkinkan sekolah untuk menyediakan akses siswa untuk komputer tanpa membeli atau upgrade mesin desktop mahal. [rujukan?] Jika sekolah tidak memiliki komputer yang cukup, baru mesin thin client yang lebih murah daripada komputer standar. Jika sekolah tidak memiliki komputer yang cukup tetapi mereka berumur beberapa tahun, mereka mungkin dapat memperpanjang umur komputer usang dengan mengubah mereka menjadi klien tipis, karena bahkan yang relatif lambat CPU dapat memberikan kinerja yang sangat baik sebagai klien tipis. Selain kemungkinan mendapatkan kinerja yang lebih sedikit uang dengan mendapatkan satu server high-end dan mengubah komputer yang ada mereka menjadi klien tipis, lembaga pendidikan juga bisa mendapatkan kontrol lebih besar atas bagaimana siswa mereka menggunakan sumber daya komputasi dengan beralih ke thin client konfigurasi. Beberapa contoh dari distribusi menggunakan LTSP adalah AbulÉdu, Edubuntu, K12LTSP dan Skolelinux. Entitas yang mendukung LTSP merupakan proyek Cutter dan Deworks.
Pendiri dan pemimpin proyek LTSP adalah Jim McQuillan, dan LTSP didistribusikan di bawah GNU General Public License [1].
NComputing
Solusi NComputing memisahkan lingkungan PC desktop dari mesin fisik untuk menciptakan model komputasi client-server. Yaitu, desktop pengguna host remote dan diakses melalui perangkat jalur akses melalui jaringan. Seorang pengguna tidak lagi memiliki PC fisik. Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai korban NComputing.
vspace Desktop Software Virtualisasi
The NComputing vspace desktop software virtualisasi memungkinkan organisasi untuk mengoptimalkan penyebaran virtual desktop dengan menyediakan beberapa akhir-pengguna akses bersamaan ke turunan sistem operasi tunggal baik Windows atau Linux
vspace NComputing membagi sumber daya komputer ke dalam ruang kerja virtual independen yang memberikan setiap pengguna PC sendiri pengalaman mereka yang kaya. vspace menangani layar desktop dan kegiatan jauh dari keyboard dan mouse user (melalui perangkat jalur akses). Beberapa pengguna secara simultan mengakses sistem operasi tunggal, baik Windows atau Linux.
Manajemen terpusat
Manajemen vspace konsol pasangan ini, mengkonfigurasi, dan mengelola komputer berbagi dan perangkat akses. pengaturan perangkat akses dapat dikonfigurasi secara terpusat dari administrator konsol, termasuk kemampuan untuk mengunci sambungan dari perangkat USB. vspace Konsol ini juga memungkinkan Anda menetapkan host port USB komputer kepada pengguna individu. vspace Konsol mudah digunakan dan tidak memerlukan pelatihan khusus.
Bandwidth Dioptimalkan
pemanfaatan prosesor Khas untuk aplikasi produktivitas biasanya kurang dari 10%. Setiap sistem operasi individu powered by vspace akan dapat mendukung hingga 30 pengguna melakukan tugas-tugas kantor khas mengetik laporan, memasukkan data spreadsheet, atau mempersiapkan presentasi.
Multimedia Rich Dukungan
NComputing mengembangkan unik ekstensi Pengguna Protocol (UXP) untuk digunakan terus menerus oleh pengguna menuntut pengalaman PC lengkap. Akibatnya, aplikasi multimedia termasuk streaming video, Flash, dan grafis 3D dapat didukung.
Broad Peripheral Dukungan
Tidak seperti solusi thin-client tradisional, software vspace dapat mengelola berbagai periferal dari speaker dan mikrofon ke perangkat penyimpanan data USB dan printer. Dengan memanfaatkan driver perangkat asli di sistem host, desktop virtual NComputing tidak memerlukan pengelolaan khusus untuk memperluas fungsi perangkat keluar untuk tiap user.
Fleksibel jaringan
vspace virtual desktop biasanya tuan rumah berbagi alamat IP, tetapi beberapa aplikasi pihak ketiga perlu setiap user untuk memiliki alamat IP yang unik. NIU (NComputing IP Utility) diberikan untuk platform Windows dan dapat memberikan pilihan untuk setiap virtual desktop menggunakan alamat IP yang unik.
Lebih dari satu dekade pembangunan
vspace perangkat lunak telah dikembangkan dan disempurnakan selama lebih dari 12 tahun. NComputing memberikan jutaan pengguna akses terjangkau untuk komputasi setiap hari.
Perangkat akses
Perangkat akses NComputing murah, kecil, rendah daya, dapat diandalkan, kotak tahan lama. Di satu sisi mereka steker ke peripheral pengguna '(seperti keyboard, monitor dan mouse). Di sisi lain, mereka terhubung, baik secara langsung atau melalui Ethernet, ke server terpusat yang masing-masing host virtual desktop. Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai Ethernet kami dan langsung menghubungkan perangkat akses terhubung.
Ethernet Hubungkan
* L-SERIES (Ethernet)
The NComputing L-seri menghubungkan melalui jaringan Ethernet standar. Dengan seri-L, pengguna dapat praktis setiap jarak jauh dari komputer publik. Pelajari lebih lanjut tentang seri-L.
Direct Connect
* U-SERIES (USB)
U-revolusioner seri baru paling sederhana dari semua untuk menghubungkan, karena mereka hanya plug ke port USB standar. Tidak ada jaringan switch untuk membeli dan tidhttp://www.blogger.com/post-create.g?blogID=73126529833145870ak ada kartu PCI untuk menginstal. Untuk instalasi kecil NComputing U-seri adalah sederhana dan tercepat untuk menginstal. Pelajari lebih lanjut tentang seri-U.
X-SERIES (PCI CARD)
The NComputing X-seri menghubungkan melalui kartu PCI diinstal ke PC bersama. Hubungan langsung ini tidak menggunakan jaringan, jadi multimedia kinerja yang hebat. Ideal ketika pengguna berada dalam ruang yang sama dengan komputer publik. Pelajari lebih lanjut tentang seri-X.
Repost from :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Spanning_Tree_Protocol
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Port_mirroring
3. http://lecturer.ukdw.ac.id/~cnuq/?p=104
4. http://www.ciscopress.com/articles/article.asp?p=29803&seqNum=3
Ketika kita berbicara tentang jaringan komputer tentu bagian yang paling adalah komputer itu sendiri. Dari sekian banyak pengertian komputer yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa komputer adalah komponen elektonik yang dapat melakukan proses input, proses pengolahan data dan proses output dan terhubung ke jaringan.
Dari pengertian komputer diatas maka jaringan komputer dapat diartikan sebagai gabungan dua atau lebih komputer yang saling terhubung dan berbagi sumber daya. Misalnya beberapa komputer saling terhubung dalam jaringan dan setiap komputer memiliki kemampuan untuk mengakses data dari komputer yang ada dalam jaringannya (berbagi sumber daya).
Komponen jaringan komputer :
- Komputer / PC
Saat sekarang ini orang biasa menyebut istilah PC untuk setiap unit komputer, tapi sebenarnya pada awal peluncuran, PC adalah merek dagang yang dimiliki oleh IBM (IBM Compatible). Dan adapun kompetitor dari IBM adalah Mac.
| IBM | Mac |
| Ketika akan digunakan PC harus diinstal terlebih dahulu | User tinggal memakai saja, karena telah dilengkapi dengan GUI (Graphic User Interface). |
| Arsitekturnya menggunakan arsitektur CISC. | Arsitekturnya menggunakan arsitektur RISC. |
Bagian terpenting dalam sebuah komputer adalah prosesor / CPU (Central Processing Unit). Dapat juga dikatakan bahwa prosesorlah otak dari sebuah komputer. Bagian inilah yang akan melakukan pengolahan terhadap data yang diinputan oleh user. Yang akan ditampilkan pada bagian output.
- NIC (Network Interface Card)
Ada beberapa jenis NIC :
· Ethernet : 10 mbps (10 mega bit per sekon)
· Fast ethernet : 100 mbps
· Gigabit ethernet : 1000 mbps = 1 gbps (1 giga bit per sekon)
· 10g : 10000 mbps = 10 gbps
- Media Transmisi
Media transmisi yang umum digunakan ada 2 macam :
1. Wire / kabel
· Coaxial
· UTP (Unshielded Twisted Pair)
Media transmisi kabel yang memiliki 4 pasang kabel (8 kabel) yang saling berpasangan. Maksimum penggunaan UTP adalah 100 meter.
Memiliki beberapa kategori :
Ø Kategori 1 (tidak untuk jaringan)
Ø Kategori 2 (tidak untuk jaringan)
Ø Kategori 3 (tidak untuk jaringan)
Ø Kategori 4
Ø Kategori 5
v 5 = 100 mbps
v 5e = 100 mbps (dijamin) dan mungkin sampai 1000 mbps
Ø Kategori 6 = 1000 mbps (dijamin)
Ø Kategori 7 = 10 gbps
Ø Kategori 8
Ø Kategori 9
Konektor yang umum digunakan untuk UTP adalah RJ-45. Adapun tipe pemasangan kabel UTP pada RJ-45 ada 2 macam standar:
| TIA 568 A | TIA 568 B |
| Hijau putih Hijau Orange putih Biru Biru putih Orange Coklat putih Coklat | Orange putih Orange Hijau putih Biru Biru putih Hijau Coklat putih Coklat |
Dalam penggunaanya kabel UTP dibagi menjadi 2 jenis :
Ø Straight
Digunakan untuk menghubungkan komputer dengan konsentrator (contohnya : swtich, hub dan router).
Jenis straight dibuat dengan menggunakan pemasangan kabel UTP dengan tipe yang sama pada ke dua ujung UTP. Contoh : jika salah satu ujung menggunakan pemasangan tipe TIA 568 A maka ujung yang lainnya juga menggunakan tipe TIA 568 A.
Ø Cross
Digunakan untuk menghubungkan komputer komputer yang lain.
Jenis cross dibuat dengan menggunakan pemasangan kabel UTP dengan tipe yang berbeda pada ke dua ujung UTP. Contoh : jika salah satu ujung menggunakan pemasangan tipe TIA 568 A maka ujung yang lainnya juga menggunakan tipe TIA 568 B.
· STP (Shielded Twisted Pair)
Media transmisi kabel yang memiliki 4 pasang kabel (8 kabel) yang saling berpasangan dan memiliki pelindung, biasanya berbentuk lapisan aluminium.
Untuk kategori, konektor yang digunakan, tipe pemasangan kabel pada konektor dan jenisnya sama saja dengan UTP yang membedakan hanya ada tidaknya pelindung.
· Fiber optik (serat kaca)
Media transmisi yang digunakan berupa serat kaca, jadi data yang akan dikirimkan tersebut dirubah terlebih dahulu menjadi sinyal cahaya yang baru bisa dilewatkan pada serat kaca.
Terdapat 2 jenis fiber optik :
Ø MM (Multi Mode)
Memiliki ciri-ciri fisik yang lebih besar (62.5μ/125μm dan 50μ/125μm )dan melewatkan banyak sinyal cahaya pada satu saat.
Ø SM (Single Mode)
Memiliki ciri-ciri fisik yang lebih kecil (9μ/125μm) dan hanya melewatkan satu sinyal cahaya pada satu saat.
Adapun konektor yang digunakan antara lain
Ø SC
Ø ST
Ø LC
2. Wireless / tanpa kabel
· Sinar → contohnya : infrared → PAN (Personal Area Network)
· Gelombang → contohnya : bluetooth → PAN (Personal Area Network)
· Wifi (Wireless fidelity) → LAN (Local Area Network)
IEEE memberikan kode 802.11 untuk wifi (802.2 untuk ethernet).
| Tipe | Frekuensi | Kecepatan | Ket |
| 802.11 a | 59 Hz | 54 mbps | · Radius 100m · Plg berkembang · kec. rendah |
| 802.11 b | 2,4 GHz | 11 mbps | |
| 802.11 g | 2,4 GHz | 54 mbps | |
| 802.11 n | 2,4 GHz | 200 mbps | Radius 400m |
Keempat tipe bersifat LOS (Line Of Sigh) sehingga sinyal wifi akan terpengaruh terhadap penghalang jadi diusahakan antara pemancar dan penerima berada dalam garis lurus.
Frekuensi yang dimanfaatkan pada keempat tipe diatas bersifat gratis, untuk saat sekarang ini ada frekuensi khusus yang memiliki lisensi. Sehingga penggunaanya harus berbayar. Tapi salah satu keuntungan yaitu komunikasi data yang terjadi lebih aman karena menggunakan frekuensi khusus.
Antena yang biasa digunakan adalah antena omni (3600) dan sectoral yaitu grid (350 - 900)
· Wimax → MAN (Metropolitan Area Network)
Dapat mengkofer daerah sekitar sebanyak 15 km. IEEE memberikan kode 802.16 untuk wimax.
Transfer data yang dapat dilakukan yaitu 700 mbps. Sedangkan frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz (pada awal peluncuran) sedangkan sekarang umumnya berlisensi.
Alat penerima sinyal wimax disebut dengan wipro.
Wimax bersifat Non LOS jadi tidak terpengaluh halangan lagi.
· Satelit
Sangat terpengaruh terhadap cuaca, memiliki downstream yang besar dan upstream yang kecil.
- Network Device / Konsentrator
1. Hub
Adalah perangkat untuk membagi bandwith dan dapat digunakan untuk menghubungkan komputer atau hub lain.
Hub bersifat broadcast yaitu semua data dikirim pada semua perangkat jadi rentan pada bagian keamanan.
2. Switch
Tidak memiliki fungsi untuk membagi bandwith dan bersifat unicast jadi data hanya dikirimkan pada alamat tujuan saja.
Pada switch terdapat chip (ROM) yang berfungsi untuk menyimpan Mac address (alamat fisik network device).
Format mac address :
FF : FF : FF: FF : FF : FF
3 kelompok digit pertama menunjukkan pabrik yang membuatnya dan tiga digit yang lain menunjukkan serialnya.
3. Router
Berfungsi untuk menghubungkan 2 buah jaringan yang berbeda,baik itu dari segi fisik maupun logik
- Minimal 2 buah port
- Punya OS / firmware
- Bisa dibuat dengan 2 buah network card pada sebuah PC → PC roureter.
4. Bridge
Berfungsi untuk menghubungkan 2 buah jaringan yang sama.
5. Access Point (AP)
Berfungsi sama seperti hub, yaitu membagi bandwith tetapi bedanya AP memanfaatkan frekuensi udara.
AP wireless ada 2 tipe :
· Hub → dikenal juga dengan istilah tipe g
· Router → harus ada port tambahan → dikenal juga dengan istilah tipe n
- NOS (Network Operating System)
OS (Operating System) adalah interface antara komputer dengan user atau pengguna.
Aplikasi : kumpulan program
Program : melakukan 1 pekerjaan saja
Kernel : program pendek untuk pengenalan mesin
Driver : jika tidak ada di kernel, baru ditambahkan driver
Shell : tempat user berinteraksi dengan mesin
NOS yaitu OS yang dapat bekerja pada jaringan.
NOS terbagi kepada 2 macam :
· Server → NT server, 2000, 2003, 2008
· Client → windows 98, windows NT, windows XP, windows Vista, windows 7